File Pendidikan Panduan Penulisan Soal SMP/MTs Terbaru 2017

Panduan Penulisan Soal SMP/MTs Terbaru 2017

Posted on

Panduan Penulisan Soal SMP/MTs Terbaru 2017 – Di postingan ini saya akan share Pedoman/Panduan Penulisan Soal SMP/MTs Kurikulum 2013 Versi 2017 yang dapat Sahabat unduh secara cuma-cuma. Berikut Penjelasan Pedoman Penulisan Soal SMP/MTs K13 Tahun 2017/2018.

Penilaian kepada hasil belajar peserta didik adalah diantara kegiatan rutin pada dunia pendidikan. Penilaian hasil belajar dilakukan antara lain bagi mendiagnosa kekuatan dan kelemahan peserta didik, memonitor perkembangan belajar peserta didik, menilai ketercapaian kurikulum, memberi nilai peserta didik dan menentukan efektivitas pembelajaran. Bagi tujuan-tujuan tersebut dapat digunakan beraneka wujud dan instrumen penilaian. Namun tes tertulis hingga dikala ini masih adalah instrumen yang dominan digunakan pada menilai hasil belajar peserta didik.

Tes tertulis secara umum dapat dibedakan menjadi tes dengan alternatif jawaban (non-constructed response test), peserta didik hanya memilih dari jawaban yang disediakan, dan tes tanpa alternatif jawaban (constructed response test), peserta didik mesti mengkonstruksikan jawabannya. Tes dengan alternatif jawaban sering dikritik karena dipandang tak dapat mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skill). Hal ini tidaklah benar, soal tes dengan alternatif jawaban dapat mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi, hanya penyusunannya memang tak gampang. Di sisi lain tes tanpa alternatif jawaban (constructed response test) yang sering dipandang sesuai bagi mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi, bila tak disusun dengan cermat dapat jadi hanya mengukur berpikir tingkat rendah. Kedua wujud tes tersebut potensial bagi mengukur berpikir tingkat rendah dan tingkat tinggi, tergantung kejelian pada penulisan soal.

Oleh karena penulisan soal adalah proses penentu kualitas tes karenanya penulisan soal perlu dilakukan secara sungguh-sungguh. Buku panduan penulisan soal ini adalah upaya bagi menolong penulis soal menghasilkan soal yang berkualitas, termasuk soal yang mengukur berpikir tingkat tinggi. Kaedah penulisan soal, contoh-contoh yang diberikan diinginkan dapat memberikan ilustrasi bagaimana kedua wujud tes bagus tes dengan alternatif dan tes tanpa alternatif tersebut dapat digunakan bagi menilai hasil belajar peserta didik dan memberi informasi yang valid.

Perlu disampaikan bahwa fokus panduan ini ialah penulisan soal tes tertulis khususnya tes berbentuk alternatif ganda dan tes uraian. Oleh karena itu wujud penilaian lain seperti portofolio, tes lisan, projek tak dibahas, namun bukan berarti wujud penilaian tersebut tak urgen.

File Pendidikan Panduan Penulisan Soal SMP/MTs Terbaru 2017

Berikut Strategi yang dilakukan bagi menyusun tes terstandar:

  1. menentukan tujuan tes; 
  2. menentukan referensi yang akan digunakan (kriteria atau norma);
  3. merancang kisi-kisi;
  4. memilih soal-soal dari kumpulan soal yang telah ada sesuai dengan kisi-kisinya. Apabila soal yang diambil adalah soal baru, soal-soal tersebut mesti via tahap telaah secara kualitatif, revisi, ujicoba, dan analitik hasil ujicoba sehingga diperoleh soal yang bagus dari segi kualitatif dan kuantitatif. Selain itu, pengadministrasian tes (pelaksanaan tes) pun dikerjakan standar. Bagi tes prestasi terstandar, soal-soal mesti mengacu di tujuan pembelajaran yang mesti diperoleh peserta didik. Pada hal ini kurikulum atau standar kompetensi lulusan (SKL) yang telah ditetapkan apabila tes tersebut akan digunakan bagi kelulusan. Proses penskorannya pun mesti dilakukan terstandar terutama apabila ada soal berbentuk uraian sehingga hasil tersebut dapat dilihat keterbandingannya.


Tahapan pengembangan bank soal meliputi:

  1. Penyusunan kisi-kisi Kisi-kisi digunakan selaku pedoman untuk penulis soal agar diperoleh soal yang sesuai dengan tujuan.
  2. Penulisan soal Soal ditulis oleh beberapa penulis soal menurut kisi-kisi. Soal-soal yang diraih adalah soal-soal mentah.
  3. Review dan Revisi (Telaah dan Perbaikan) Review yakni menelaah soal mentah secara kualitatif menurut kaidah penulisan soal oleh penelaah soal. Hasil review soal diklasifikasikan menjadi soal bagus, soal kurang bagus, dan soal ditolak. Soal bagus seketika diterima, soal kurang bagus perlu diperbaiki sehingga diperoleh soal yang bagus, dan soal yang ditolak dikembalikan ke penulis
  4. Perakitan soal Soal-soal bagus berikutnya dirakit menjadi beberapa paket soal bagi diujicobakan. Di dikala perakitan, dimasukkan beberapa soal yang berfungsi selaku soal linking antarpaket. Soal-soal linking tersebut diambil dari bank soal yang telah mempunyai karakteristik soal.
  5. Ujicoba soal Paket-paket soal diujicobakan kepada peserta didik yang sedang menempuh level pendidikan yang sesuai dengan level pendidikan di tes tersebut. Misalnya, soal-soal Bahasa Indonesia kelas VIII diujikan kepada peserta didik kelas VIII di ahir tahun pembelajaran atau kepada peserta didik kelas IX di awal tahun pembelajaran. Peserta didik pada menjawab soal-soal tes tersebut mesti serius seolah-olah ujian yang sebetulnya walaupun di ujicoba ini yang akan dilihat yakni kualitas soalnya bukan kompetensi peserta didik. Ujicoba soal digunakan bagi mengumpulkan data empirik mengenai soal berupa jawaban-jawaban peserta didik kepada soal.
  6. Analitik kuantitatif Data empirik dari hasil ujicoba dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan program analitik, bagus klasik maupun modern. Program analitik secara klasik menggunakan iteman. Hasil iteman meliputi daya beda, tingkat kesukaran, penyebaran option, dan cek kunci. Berikutnya, soal-soal tersebut dianalisis menggunakan teori tes modern (Item Response Theory). Program yang dapat digunakan antara lain Bigsteps, Winsteps, Quest, Conquestuest, RUMM. Dengan menggunakan analitik teori tes modern dapat diperoleh informasi kesesuaian soal dengan model (fit kepada model), disamping tingkat kesukaran soal.
  7. Seleksi soal Menurut hasil analitik soal, soal-soal dikelompokkan menjadi soal bagus, soal perlu revisi, dan soal ditolak. Menurut teori tes klasik soal-soal bagus yakni soal yang mempunyai daya beda tinggi, ditunjukkan dengan korelasi point biserial di atas 0,2 dan seluruh distraktor berfungsi. Menurut teori tes modern, soal yang bagus yakni soal yang sesuai (fit) dengan model, ditunjukan oleh statistik fit, seperti infit atau outfit. Soal-soal bagus dimasukkan ke pada bank soal. Soal dengan daya beda rendah dan terdapat distraktor yang tak berfungsi perlu direvisi. Soal yang tak mempunyai daya beda dan sebahagian distraktor tak berfungsi ditolak.

Selengkapnya, Untuk Bapak/Ibu Pendidik yang membutuhkan Panduan Penulisan Soal SMP/MTs Kurikulum 2013 Tahun 2017 dapat mengunduhnya di tautan link dibawah ini;

Panduan Penulisan Soal SMP/MTs 2017.pdf, Unduh File

Video Panduan Perancangan Soal SMP/MTs

Video Penulisan Kisi-kisi Soal, Lihat Video
Video PenulisanSoal Alternatif Ganda Ke-1, Lihat Video
Video PenulisanSoal Alternatif Ganda Ke-2, Lihat Video
Video Penulisan Soal Alternatif Ganda Ke-3, Lihat Video
Video PenulisanSoal Uraian, Lihat Video
Video PenulisanSoal Isian, Lihat Video
Video Penulisan Soal HOTS ( Tingkat Kognitif HOTS ), Lihat Video
Video Penulisan Soal HOTS ( Kareateristik Soal HOTS ), Lihat Video
Video Penulisan Soal HOTS ( Contoh Soal HOTS ), Lihat Video

Video Source : YouTube

Demikian Panduan Penulisan Soal SMP/MTs Terbaru 2017 yang dapat saya share, semoga bermanfaat.


Sumber https://www.websiteedukasi.com/