File Pendidikan Cara Membuat SKP Yang Benar Sesuai Angka Kredit

Cara Membuat SKP Yang Benar Sesuai Angka Kredit

Posted on

– Proses perancangan SKP terbaru Untuk Pengajar Tahun 2020.
Di kesempatan kali ini admin akan memberikan sedikit penjelasan mengenai bagaimana cara membangun Sasaran kerja karyawan (SKP) yang beik dan benar sesuai dengan aturan yang berlaku. Pada proses perancangan SKP hakekatnya langkah-langkahnya masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya, namun demikian masih banyak pun karyawan yang pada hal ini PNS merasa kebingungan pada hal membangun dan menyusun sasaran kerja PNS. Postingan kali ini ingin memberikan pandangan bahwa pada menyusun SKP hakekatnya tidaklah terlalu sulit seperti yang dibayangkan karena apabila kamu tak mempunyai basic pengetahuan pada menyusun SKP karenanya memang hal pada menyusun SKP akan terasa betul-betul sulit dan apabila kamu telah mempunyai basic pemahaman pada menyusun SKP karenanya kamu akan gampang pada membangun SKP.
File Pendidikan Cara Membuat SKP Yang Benar Sesuai Angka Kredit

SKP untuk karyawan berbeda-beda contohnya apabila kamu akan membangun SKP non fungsional (Staff) karenanya pada proses penyusunannya tidaklah terlalu berat karena tak memerlukan perhitungan angka kredit, sedangkan perancangan SKP untuk fungsional pengajar karenanya mesti memasukkan angka kredit yang betul-betul di perlukan untuk seorang pengajar bagi menjadi basic pada proses kenaikan pangkat.
Postingan ini akan memberikan penjelasan bagaimana cara memberikan angka kredit pada setiap point yang terdapat di pada rincian SKP yang di bikin oleh pengajar. Perlu di ketahui bahwa perhitungan angka kredit untuk setiap pengajar tidaklah sama alias berbeda-beda tergantung dari pangkat dan golongan masing-masing pengajar.
SKP di bikin setiap tahun dan dinilai oleh pejabat penilai pada satuan unit kerja masing-masing PNS. Apabila anak sekolah di setiap tahun memperoleh raport bagi mengetahui prestasi yang di perolehnya karenanya seperti itu pun dengan pengajar dimana pengajar pun memperoleh penilaian dari hasil kerja yang telah dilakukannya pada wujud SKP yang dulu di sebut dengan DP3 (daftar penilaian kegiatan).
SKP adalah sebuah pengganti dari DP3 namun mempunyai manfaat yang sama hanya saja ada point-point yang sedikit berbeda yang mesti di masukkan kedalam SKP dan tak ada di pada DP3.
Seperti yang kita ketahui bahwa ketika ini telah banyak program SKP yang beredar di internet, namun tak banyak orang yang memahami bagaimana cara membangun dan menyusun SKP yang benar. Apabila kamu membangun SKP hanya merujuk pada program semata dan tak memahami alur kerja SKP yang hakekatnya karenanya percuma saja kamu pada membangun SKP tersebut. Hal urgen untuk seorang pengajar pada membangun dan menyusun SKP yaitu mesti memahami cara pada menentukan angka kredit yang mesti dimasukkan di setiap point yang di tulis di pada sasaran kerja yang di bikin.
Baiklah berikut ini basic angka kredit pada penyusunan SKP pengajar yang perlu bagi di pahami.
Untuk pengajar yang mempunyai golongan 3A karenanya pada membangun SKP khususnya di rincian penilaian performa pengajar pada proses pembelajaran karenanya angka kredit yang digunakan ialah selaku berikut:
·         Apabila pengajar tersebut daya kerjanya “SANGAT BAIK” karenanya jumlah angka kredit yang dimasukkan di pada unsur utama pembelajaran ialah 13,13
·         Apabila pengajar tersebut daya kerjanya “BAIK” karenanya jumlah angka kredit yang dimasukkan di pada unsur utama pembelajaran ialah 10,50
·         Apabila pengajar tersebut daya kerjanya “CUKUP” karenanya jumlah angka kredit yang dimasukkan di pada unsur utama pembelajaran ialah 7,88
·         Apabila pengajar tersebut daya kerjanya “SEDANG” karenanya jumlah angka kredit yang dimasukkan di pada unsur utama pembelajaran ialah 5,25
·         Apabila pengajar tersebut daya kerjanya “KURANG” karenanya jumlah angka kredit yang dimasukkan di pada unsur utama pembelajaran ialah 2,63.
Untuk pengajar yang mempunyai golongan 3B karenanya pada membangun SKP khususnya di rincian penilaian performa pengajar pada proses pembelajaran karenanya angka kredit yang digunakan ialah selaku berikut:
·         Apabila pengajar tersebut daya kerjanya “SANGAT BAIK” karenanya jumlah angka kredit yang dimasukkan di pada unsur utama pembelajaran ialah 11,88
·         Apabila pengajar tersebut daya kerjanya “BAIK” karenanya jumlah angka kredit yang dimasukkan di pada unsur utama pembelajaran ialah 9,50
·         Apabila pengajar tersebut daya kerjanya “CUKUP” karenanya jumlah angka kredit yang dimasukkan di pada unsur utama pembelajaran ialah 7,13
·         Apabila pengajar tersebut daya kerjanya “SEDANG” karenanya jumlah angka kredit yang dimasukkan di pada unsur utama pembelajaran ialah 4,75
·         Apabila pengajar tersebut daya kerjanya “KURANG” karenanya jumlah angka kredit yang dimasukkan di pada unsur utama pembelajaran ialah 2,38.
Untuk pengajar yang mempunyai golongan 3C karenanya pada membangun SKP khususnya di rincian penilaian performa pengajar pada proses pembelajaran karenanya angka kredit yang digunakan ialah selaku berikut:
·         Apabila pengajar tersebut daya kerjanya “SANGAT BAIK” karenanya jumlah angka kredit yang dimasukkan di pada unsur utama pembelajaran ialah 25,31
·         Apabila pengajar tersebut daya kerjanya “BAIK” karenanya jumlah angka kredit yang dimasukkan di pada unsur utama pembelajaran ialah 20,25
·         Apabila pengajar tersebut daya kerjanya “CUKUP” karenanya jumlah angka kredit yang dimasukkan di pada unsur utama pembelajaran ialah 15,19
·         Apabila pengajar tersebut daya kerjanya “SEDANG” karenanya jumlah angka kredit yang dimasukkan di pada unsur utama pembelajaran ialah 10,13
·         Apabila pengajar tersebut daya kerjanya “KURANG” karenanya jumlah angka kredit yang dimasukkan di pada unsur utama pembelajaran ialah 5,06.
Untuk pengajar yang mempunyai golongan 3D karenanya pada membangun SKP khususnya di rincian penilaian performa pengajar pada proses pembelajaran karenanya angka kredit yang digunakan ialah selaku berikut:
·         Apabila pengajar tersebut daya kerjanya “SANGAT BAIK” karenanya jumlah angka kredit yang dimasukkan di pada unsur utama pembelajaran ialah 24,38
·         Apabila pengajar tersebut daya kerjanya “BAIK” karenanya jumlah angka kredit yang dimasukkan di pada unsur utama pembelajaran ialah 19,50
·         Apabila pengajar tersebut daya kerjanya “CUKUP” karenanya jumlah angka kredit yang dimasukkan di pada unsur utama pembelajaran ialah 14,63
·         Apabila pengajar tersebut daya kerjanya “SEDANG” karenanya jumlah angka kredit yang dimasukkan di pada unsur utama pembelajaran ialah 9,75
·         Apabila pengajar tersebut daya kerjanya “KURANG” karenanya jumlah angka kredit yang dimasukkan di pada unsur utama pembelajaran ialah 4,88.
Untuk pengajar yang mempunyai golongan 4A karenanya pada membangun SKP khususnya di rincian penilaian performa pengajar pada proses pembelajaran karenanya angka kredit yang digunakan ialah selaku berikut:
·         Apabila pengajar tersebut daya kerjanya “SANGAT BAIK” karenanya jumlah angka kredit yang dimasukkan di pada unsur utama pembelajaran ialah 37,19
·         Apabila pengajar tersebut daya kerjanya “BAIK” karenanya jumlah angka kredit yang dimasukkan di pada unsur utama pembelajaran ialah 29,75
·         Apabila pengajar tersebut daya kerjanya “CUKUP” karenanya jumlah angka kredit yang dimasukkan di pada unsur utama pembelajaran ialah 22,31
·         Apabila pengajar tersebut daya kerjanya “SEDANG” karenanya jumlah angka kredit yang dimasukkan di pada unsur utama pembelajaran ialah 14,88
·         Apabila pengajar tersebut daya kerjanya “KURANG” karenanya jumlah angka kredit yang dimasukkan di pada unsur utama pembelajaran ialah 7,44.
Untuk pengajar yang mempunyai golongan 4B karenanya pada membangun SKP khususnya di rincian penilaian performa pengajar pada proses pembelajaran karenanya angka kredit yang digunakan yaitu sama dengan angka kredit di golongan 4A.
Untuk pengajar yang mempunyai golongan 4C karenanya pada membangun SKP khususnya di rincian penilaian performa pengajar pada proses pembelajaran karenanya angka kredit yang digunakan ialah selaku berikut:
·         Apabila pengajar tersebut daya kerjanya “SANGAT BAIK” karenanya jumlah angka kredit yang dimasukkan di pada unsur utama pembelajaran ialah 36,25
·         Apabila pengajar tersebut daya kerjanya “BAIK” karenanya jumlah angka kredit yang dimasukkan di pada unsur utama pembelajaran ialah 29,00
·         Apabila pengajar tersebut daya kerjanya “CUKUP” karenanya jumlah angka kredit yang dimasukkan di pada unsur utama pembelajaran ialah 21,75
·         Apabila pengajar tersebut daya kerjanya “SEDANG” karenanya jumlah angka kredit yang dimasukkan di pada unsur utama pembelajaran ialah 14,50
·         Apabila pengajar tersebut daya kerjanya “KURANG” karenanya jumlah angka kredit yang dimasukkan di pada unsur utama pembelajaran ialah 7,25.
Untuk pengajar yang mempunyai golongan 4D karenanya pada membangun SKP khususnya di rincian penilaian performa pengajar pada proses pembelajaran karenanya angka kredit yang digunakan ialah selaku berikut:
·         Apabila pengajar tersebut daya kerjanya “SANGAT BAIK” karenanya jumlah angka kredit yang dimasukkan di pada unsur utama pembelajaran ialah 48,44
·         Apabila pengajar tersebut daya kerjanya “BAIK” karenanya jumlah angka kredit yang dimasukkan di pada unsur utama pembelajaran ialah 38,75
·         Apabila pengajar tersebut daya kerjanya “CUKUP” karenanya jumlah angka kredit yang dimasukkan di pada unsur utama pembelajaran ialah 29,06
·         Apabila pengajar tersebut daya kerjanya “SEDANG” karenanya jumlah angka kredit yang dimasukkan di pada unsur utama pembelajaran ialah 19,38
·         Apabila pengajar tersebut daya kerjanya “KURANG” karenanya jumlah angka kredit yang dimasukkan di pada unsur utama pembelajaran ialah 9,69.
UNTUK LEBIH JELASNYA MAKA ANDA DAPAT MELIHAT PADA GAMBAR ATAU TABEL ANGKA KREDIT SESUAI GOLONGAN DI BAWAH INI :
File Pendidikan Cara Membuat SKP Yang Benar Sesuai Angka Kredit

Selaku contoh : Seorang pengajar atas nama MARTONO pangkat Penata Muda golongan IIIA mendidik 24 jam seminggu. Di Januari 2020 menyusun SKP dengan asumsi nilai PK Pengajar bagi pelaksanaan pembelajaran yaitu “BAIK”, sehingga diperoleh Angka Kredit per tahun sebesar 10,50.
Berikutnya yaitu menentukan angka kredit bagi point penugasan yang dikerjakan dalam rentang waktu 1 Tahun dan penugasan yang di kerjakan dalam rentang waktu kurang dari 1 Tahun.
·         Bagi penugasan yang di lakukan dalam rentang waktu 1 Tahun karenanya jumlah angka kredit yang di berikan yaitu sebesar 5% dari jumlah angka kredit di point pertama-tama yakni di rincian pembelajaran.
·         Sedangkan Bagi penugasan yang di lakukan yang kurang dari 1 Tahun karenanya jumlah angka kredit yang di berikan yaitu sebesar 2% dari jumlah angka kredit di point pertama-tama yakni di rincian pembelajaran.
Selaku contoh : Seorang pengajar atas nama EKO PERKOSO mempunyai pangkat Penata Muda tingkat I golongan IIIB mendidik 24 jam seminggu. Di Januari 2020 menyusun SKP dengan asumsi nilai PK Pengajar bagi pelaksanaan pembelajaran yaitu “BAIK”. Selain mendidik, EKO PERKOSO pun mendapat kewajiban tambahan lain yaitu selaku wali kelas dan pengawas ulangan umum semester ganjil. Karenanya Angka Kredit yang diperoleh EKO PERKOSO yaitu:
·         AK selaku pengajar dengan PK “Bagus” = 9,50
·         AK selaku wali kelas (penugasan 1 tahun) 5% x 9,50 = 0,48
·         AK selaku pengawas ulangan umum semester ganjil (penugasan < 1 tahun / temporer) 2% x 9,50 = 0,19
Bagi Lebih jelasnya berikut ini gambar tabelnya:
File Pendidikan Cara Membuat SKP Yang Benar Sesuai Angka Kredit
Selain itu bagi perhitungan angka kredit di rincian kerja pengajar yang lainnya karenanya dapat dilihat di bawah ini:
PADA UNSUR UTAMA
·         Pengawas penilaian dan evaluasi hasil belajar semester ganjil dan genap 2% x ANGKA KREDIT PEMBELAJARAN x 2 = ………
·         Apabila mengerjakan pelatihan PKB dan mempunyai sertifikat karenanya setiap sertifikat mempunyai jumlah angka kredit sebesar 1
·         Apabila membangun karya ilmiah pada wujud PTK karenanya 1 PTK mempunyai angka kredit sebesar 4.
PADA UNSUR PENUNJANG
·         Pengawas ujian sekolah = 0,08
·         Pengawas ujian nasional = 0,08
·         Menjadi anggota aktif kepramukaan = 0,75
·         Menjadi anggota aktif organisasi profesi = 0,75
Apabila kamu membutuhkan penjelasan komplit mengenai contoh cara membangun SKP yang benar sesuai golongan, karenanya kamu dapat mengunduhnya (DISINI)

Demikianlah penjelasan mengenai cara membangun SKP yang benar sesuai dengan jumlah angka kredit pengajar. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat menolong kewajiban bapak dan ibu pengajar pada membangun SKP yang benar sehingga dapat menjadi sebuah referensi yang bermanfaat untuk siapapun yang membutuhkannya.
Sekianlah informasi yang dapat admin sampaikan, atas kunjungannya di ucapkan Terimakasih.